Bang Bang Club

Bang Bang Club di ambil dari julukan sekawan fotografer Kevin Carter (Taylor Kitsch), Greg Marinovich (Ryan Phillippe), Ken Oosterbroek (Frank Rautenbach), dan Joao Silva (Neels Van Jaarsveld). Yang kemudian di jadikan sebuah film dokumenter. Kisah ini nyata menceritakan tentang pewarta foto di area konflik (War Journalism) di Afrika Selatan. Saat itu sekitar tahun 1990-an pada masa kekuasaan Nelson Mandela terjadi Politik Apartheid yang akhirnya terjadi konflik yang menimbulkan perang saudara.

Film ini berdasarkan sebuah novel The Bang-Bang Club: Snapshots from a Hidden War (2000), di tulis oleh Greg Marinovich dan Joao Silva. Dua orang sahabat yang masih selamat dari peperangan itu.

Film karya Steven Silver ini terasa begitu singkat dan cepat untuk menceritakan kisah mereka. Namun sayang jika film ini tidak masuk dalam daftar tontonan anda. Cerita yang di kemas penuh dengan emosi, konyol, rock and roll yang mendekati kegilaan begitu terasa didalamnya. Seperti kelakuan Greg Marinovich saat perang terjadi dia masih sempat bergurau dan membelikan teman-temannya 2 botol cola. Kevin Carter yang istirahat di tengah area konflik tepat di bawah mobil polisi membakar ganja bersama sahabatnya Greg Marinovich.

Tapi bukan itu sebenarnya yang ingin disampaikan dalam film ini. Melainkan sebuah perjuangan fotografer dalam mencari sebuah gambar. Bukan main-main karena nyawa mereka taruhannya. Uang, minuman, sex, ganja hanya kesenangan sesaat untuk meletakkan lelah mereka di medan perang. Dan satu lagi yang paling kuat dan terasa dalam film ini yaitu “Konflik Batin”. Saat Greg Marinovich dan Kevin Carter mendapat penghargaan Pulitzer itulah awal konflik batin mereka. Tak ada kesenangan yang begitu terlihat melainkan perdebatan foto mereka semakin menghantui dengan banyak pertanyaan dan rasa penasaran. Dan foto mereka sampai sekarang masih menjadi foto yang fenomenal.

Apa yang harus kamu lakukan saat di tempat kejadian itu? Mengambil gambar atau menolongnya? Perdebatan ini yang sampai sekarang masih selalu ramai diperbincangkan. Sama seperti Greg Marinovich dan Kevin Carter setelah mendapat penghargaan itu banyak pedebatan dalam foto mereka. Bagaimana nasib mereka sekarang? Kenapa tak kau tolong dia? Dituduh sebagai mata-mata dan masih banyak lagi. Akhirnya setelah Ken Oosterbroek meninggal saat di medan perang Kevin Carter pun semakin kalut dan mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Tapi ada satu hal yang saya sukai terlepas dari konflik batin mereka. “Forget the long lens. Stuff only looks good up close”, pesan Kevin Carter pada Greg Marinovich saat kali pertama bertemu. Ini yang menjadi dasar fotografi tak hanya bagi fotografer jurnalistik saja. Disinilah mental kita di uji dan harus benar-benar paham dan dekat dengan obyek. Mata kita dilatih untuk selalu jeli. Lakukan interaksi dan berbaur dengan sasaran jika itu diperlukan. Dan itu di buktikan oleh Greg Marinovich.

Comments
4 Responses to “Bang Bang Club”
  1. Ratri berkata:

    OH-EM-JI !!!
    Ryan Phillippe :*
    ah, jadi makin penasaran pengen nonton
    jarang2 ada filem yang angkat tema tentang fotografer
    daaaan, yap…aQ suka filem perang
    kombinasi yang pas nih

    ayuk nobar filem ini 😀
    btw, two thumbs up buat tulisannya mas fotografer

  2. enggahome berkata:

    Brati jiwa nulisnya ada donk. Mana” siniin link nya 🙂
    Iya sama emang. Kayake sengaja dibuat covernya gitu. Tapi lek kamu searching pasti nemu macem” covernya. Setauq aq dapet 3 macem dan yg di Indonesia covernya ini.

    Btw itu yg bawah tampilan web aslinya Bang Bang Club lo. Dah di buka kan?

    Sebenernya ini ada foto Kevin Carter sama Greg Marinovich yg asli menang pulitzer tapi ga jadi tak masukin. Takut kebanyakan gambar di teksnya ntar kalah, sama takut di tuntut majang foto orang ntar. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Yang Nyasar

    • 5,513 hits
WASTED ROCKERS

Preserving Underground Music To Get It Sold Out

Pandora Heart

I'm not trying to hide anything. It's just that I don't want to see.

MalangSUMUK

Suara Malang Untuk 'Kamu'!

ELC EDUCATION

Success stories start here

~

Why do we called it the rat race, when the rats are savage to wrecked that race.

Semua Ada Di Gudang

Just another WordPress.com site

Radityo Widiatmojo

Independent Photographer and Educator

Dodi Heru

" The greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated. " -Mahatma Gandhi-

Haba Galak Galak

ketika semua memberi arti di hati

AulSoemitro

Sebuah Halaman Aksara Berceloteh

Erzasyah's Blog

Just another WordPress.com site

cappycake

Just It

fajarembun|bom²

setitik embun untuk semua..tempat berbagi,bercerita,tawa dan senyum seorang bom²..

Percakapan Nyai'

Dialog rasa

oneding

Just another WordPress.com site

stagnum memoriae

Stories, ideas, and unspoken words.

The Blog of James Jay

Things that I come across in my daily travels that have some kind of visual significance to me

The Creative Panic

art and other things.

koparema

Together We Stand

Sandy / suryadi / Nata

bagiku blogku, bagimu blogmu

%d blogger menyukai ini: